Pembangunan MRT Jangan Sampai Mengorbankan Ekonomi Warga


Bang Sani Triwisaksana saat Pimpin Rapat

Bang Sani Triwisaksana saat Pimpin RDP tentang MRT di DPRD DKI Jakarta

Pembangunan MRT Jangan Sampai Mengorbankan Ekonomi Warga

Jakarta – Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memulai pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) dengan desain seperti yang diusulkan saat ini dengan sebagian jalur berbentuk konstruksi layang dinilai masih menuai kontroversi. Konstruksi layang pada ruas Lebak Bulus – Blok M menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat. Jarak antara jalur MRT dengan bangunan warga yang sangat dekat (±5meter) akan menghambat aktivitas warga. Demikian diungkap Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta Triwisaksana di sela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang MRT di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Triwisaksana menyatakan, dalam tinjauannya, sebagian warga juga mengeluhkan dibabatnya pepohonan di jalur hijau di kawasan tersebut. Keberadaan konstruksi layang pada ruas jalan terebut juga memberatkan pedagang/pemilik toko/ruko yang berada di jalur tersebut seperti di kawasan Blok A karena akan berdampak pada minat pembeli untuk datang.

Sani, panggilan akrab Triwisaksana lebih jauh menyebutkan, dari sisi biaya konstruksi, MRT yang direncanakan dibangun dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI tersebut masih mahal karena mencapai lebih dari Rp 1 triliun per kilometer. Ia juga mendapat masukan dari berbagai LSM pemerhati masalah transportasi bahwa jika dibandingkan dengan negara lain, biaya pembangunan MRT seharusnya bisa lebih murah.

Meski demikian, menurut Triwisaksana, DPRD DKI Jakarta pada prinsipnya mendukung pembangunan transportasi publik yang nyaman bagi warga. “MRT sendiri memang sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi kota metropolitan seperti Jakarta yang penduduknya memiliki mobilitas tinggi. Namun pembangunan transportasi publik modern ini tidak boleh mengorbankan kepentingan ekonomi masyarakat yang berada di jalur pembangunan MRT tersebut,” ujar Triwisaksana yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini.

Saat ini beragam masalah transportasi DKI Jakarta tengah digodok dalam tema besar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Transportasi. Untuk itulah Baledga DPRD menggelar RDP secara intensif tentang berbagai masalah transportasi di Jakarta untuk mendapatkan masukan dari masyarakat. [Ror]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: