Sejarah DPRD DKI Jakarta (6)


Momen Ketika Gubernur DKI Jakarta Jokowi Membacakan Tanggapan atas Pemandangan Fraksi-Fraksi

Momen Ketika Gubernur DKI Jakarta Jokowi Membacakan Tanggapan atas Pemandangan Fraksi-Fraksi di DPRD DKI Jakarta (foto : FPKS Jakarta)

Sejarah DPRD DKI Jakarta (6) – Masa DPRD Gotong Royong DKI Jakarta hingga Tahun 1990-an

SAMPAI pada saat terjadinya penghianatan G-30-S/PKI Tahun 1965, anggota DPRD-GR DKI Jakarta berjumlah 49 orang, karena 1 orang anggotanya diberhentikan berhubung dengan pembubaran partai Murba pada tahun 1964. Jumlah anggota DPRD Periode 1966-1971 berjumlah 39 orang. Dalam periode ini dengan Keputusan DPRD No.9/DPRD-GR/1966 terdapat 11 orang anggota yang berasal dari PKI dipecat, dan berdasarkan surat Ketua DPRD-GR No. 198/I/S/DPRD-GR terdapat 2 orang anggota dari Partindo diberhentikan kegiatannya sebagai anggota DPRD.

Selanjutnya berdasarkan Kepmen Dagri /Deputi Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah No. Des.2/12/40-85, terdapat 10 orang anggota DPRD-GR diberhentikan dengan hortma serta pengangkatan 12 orang anggota baru. Sesuai dengan UU No. 16 Th. 1969 jo. Peraturan Pemerintah No.2 Th. 1970, jumlah anggota DPRD periode 1977-1982 sebanyak 40 orang.

Dengan landasan UU No.16 Tahun 1969 tentang Susunan dan Kedaulatan MPR, DPR dan DPRD, jis. Yang disempurnakan menjadi UU No. 5 Th. 1975, serta PP No.2 Th. 1976 yang menggariskan bahwa jumlah anggota DPRD Tingkat I sekurang-kurangnya 40 orang dan sebanyak-banyaknya 75 orang dengan perhitungan untuk sekurang-kurangnya 200.000 jiwa penduduk mendapat seorang wakil, maka keanggotaan DPRD DKI Jakarta masa bhakti 1982-1987 berjumlah 40 kursi.

Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU No. 16 Th 1969 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD dan sebagaimana diubah dengan UU No.2 Thn 1985 jumlah anggota DPRD tingkat I ditetapkan sekurang-kurangnya 45 dan sebanyak-banyaknya 100 orang. Sedangkan bagi DKI Jakarta ditetapkan sekurang-kurangnya 60 orang. Oleh karena itu berdasarkan surat Mendagri No. 161.31-860 Th. 1987, anggota

DPRD DKI Jakarta masa bhakti 1987-1992 berjumlah 60 orang.

Berdasarkan Pasal 17 ayat (3) UU No. 16 Th. 1969 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD sebagaimana telah diubah kembali dengan UU No. 5 Th. 1995, jumlah anggota DPRD I sebanyak-banyaknya 100 orang dan sekurang-kurangnya 45 orang dan dalam ayat (4) ditetapkan bahwa jumlah anggota DPRD DKI Jakarta ditetapkan sekurang-kurangnya 60 orang.

Untuk masa bhakti 1992-1997 berdasarkan Kepmendagri No. 47 Th. 1992 jumlah anggota DPRD DKI Jakarta ditetapakan 75 orang. Selanjutnya, untuk DPRD hasil Pemilu tahun 1997 hanya berusia sekitar 2 tahun, karena terjadinya reformasi di segala bidang yang ditandai dengan penggantian pimpinan nasional, dilakukannya perubahan terhadap UU tentan Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD, tentang Pemilihan Umum, Partai Politik, Pemerintahan Daerah dll.

Keanggotaan DPRD hasil Pemilu 1997 ini berjumlah 85 orang. Selanjutnya sebagai hasil Pemilu 1999, berdasarkan UU No.4 Th. 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD, keanggotaan DPRD tetap berjumlah 85 orang. Dan kini Gedung DPRD DKI Jakarta 2012 kini beralamat di Jalan Kebon Sirih 18 Jakarta Pusat.

[Selesai]

Trackbacks

  1. […] Bersambung : Sejarah DPRD DKI Jakarta (6) […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: